Tampilkan postingan dengan label hybrid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hybrid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2009

Mengenal Mobil Hybrid

Apa itu Teknologi Hybrid ?

Pemanfaatan yang terbaik dari kedua dunia
Sistem Hybrid menggabungkan kelengkapan terkuat dua jenis sumber daya - motor listrik dan mesin pembakaran internal. Untuk mengerti lebih jauh bagaimana teknologi Hybrid memanfaatkan kedua dunia tersebut, kita bandingkan bagaimana sebuah mobil konvensional dan mobil listrik bekerja.

Apa itu Teknologi Hybrid - Mobil Tenaga Listrik?

Mobil Tenaga Listrik
Mobil tenaga listrik tidak membutuhkan apapun dari pembakaran. Listrik diubah menjadi tenaga melalui motor listrik, untuk menggerakkan mobil. Sekalipun mobil bertenaga listrik ini ramah lingkungan, tidak bising dan memiliki akselerasi yang baik, dia membutuhkan pengisian dan infrastruktur yang tepat. Hal ini membuat mobil bertenaga listrik menjadi tidak praktis..

A. Mobil Konvensional = Fuel + Engine = Movement
Mobil konvensional mengandalkan sumber tenaganya dari bahan bakar, seperti bensin, solar, atau gas untuk bergerak. Pemanfaatan mesin pembakaran internal, tenaga dari hasil pembakaran bahan bakar dimanfaatkan dan diubah menjadi gerakan, yang mampu menggerakkan mobil. Walaupun secara umum menunjukkan kinerja yang baik dengan harga yang murah, mobil konvensional mengeluarkan emisi gas buang yang tinggi dan menciptakan polusi yang banyak dan terus menghabiskan sumber daya alam.

B. Mobil Tenaga Listrik
Mobil tenaga listrik tidak membutuhkan apapun dari pembakaran. Listrik diubah menjadi tenaga melalui motor listrik, untuk menggerakkan mobil. Sekalipun mobil bertenaga listrik ini ramah lingkungan, tidak bising dan memiliki akselerasi yang baik, dia membutuhkan pengisian dan infrastruktur yang tepat. Hal ini membuat mobil bertenaga listrik menjadi tidak praktis..

C. Mobil Hybrid = Electric motor + konvensional engine = Hybrid efficiency
Mobil hybrid menggunakan kombinasi dari motor listrik dan pembakaran di mesin, dengan memaksimalkan kekuatan dari kedua sumber daya tersebut disamping saling mengisi kekurangannya. Hasilnya adalah efisiensi konsumsi bahan bakar dengan performa yang luar biasa.

Fitur utama dari Kendaraan hybrid
Efisiensi Bahan bakar yang lebih besar
Pengurangan energi yang terbuang dan Regenerasi energi

Jenis Sistem Hybrid

Secara garis besar ada tiga tipe dari Sistem Hybrid. Yang pertama adalah Series Hybrid System, kedua Parallel Hybrid System, dan ketiga Series Parallel Hybrid System.

Keunggulan Teknologi Hybrid

Efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, ramah lingkungan karena emisi gas buang yang rendah, ketenangan yang baik, dan performa yang luar biasa serta kepuasan mengemudi adalah beberapa keuntungan dari Toyota Hybrid System. Sistem ini digunakan pada Toyota Prius, dan memberikannya keuntungan besar.




Rabu, 07 Januari 2009

Toyota Prius, Mobil Paling Hemaaat

Toyota Prius, Mobil Paling Hemat

Dengan konsumsi bahan bakar lebih kurang 21.3 km/liter, Toyota Prius model tahun 2009 dinobatkan sebagai mobil paling hemat bahan bakar oleh Environment Protection Agency (EPA) Amerika Serikat.

Dengan perkiraan konsumsi bahan bakar di jalan bebas hambatan sekitar 20 km/liter, mobil hybrid seperti Prius memang lebih hemat di jalan perkotaan sebab dalam kecepatan rendah (di bawah 30 km/jam), mobil digerakkan dengan motor listrik, bukan mesin bakar konvensional.

Sementara itu, mobil model 2009 Lamborghini Murcielago merupakan mobil paling boros dengan konsumsi 3,5 km/liter di kota dan 6,2 km/liter di jalan bebas hambatan.


Pengujian ini dilakukan tak lepas dari program pemerintah yang akan memberikan potongan pajak bagi pembelian mobil-mobil hybrid dan diesel sebesar USD 3.400 dan bahan bakar alternatif seperti gas sebesar USD 4.000. Saat ini mobil penumpang yang sudah menggunakan bahan bakar compressed natural gas (CNG) adalah Honda Civic. Mobil ini membutuhkan dana sebesar USD 1.366 setiap tahun untuk bahan bakar dengan asumsi penggunaan sejauh 30.000 km.


EPA menegaskan hasil ini akan dijadikan patokan bagi konsumen yang akan membeli mobil keluaran terbaru. EPA merupakan lembaga milik pemerintah AS yang salah satu tugasnya mengadakan pengujian konsumsi bahan bakar terhadap mobil-mobil baru yang akan dipasarkan di AS. (edi rizqi)

Toyota Hybrid Prius, Mobil Ramah Lingkungan

Paradoks Prius di Indonesia


Iklannya muncul di harian Kompas berkali-kali. Mengungkap segala nilai terobosan Toyota di bidang pengembangan mobil hybrid yang ramah lingkungan. Toyota Prius, mobil hybrid pertama yang diproduksi secara massal oleh Toyota berhasil menjadi salah satu best-selling car di Amerika Serikat.

Toyota Prius yang dijual seharga US$ 21,725 di Amerika sana (senilai 206,6 juta rupiah untuk kurs 9.500 perak per dollar) memang pionir kendaraan masa depan. Teknologi hybrid selain sangat ramah lingkungan juga menjanjikan efisiensi bahan bakar yang luar biasa karena memadukan secara canggih dua sistem energi penggerak: bahan bakar bensin dan listrik.

Alhasil, daya hemat bahan bakarnya mencapai 1:25. Untuk 1 liter bensin menempuh jarak 25 kilometer. Kesuksesan Prius membuat semua produsen lain berlomba-lomba menyiapkan versi hybrid pada kendaraan keluaran tahun ini. Honda, Ford, Chevrolet, Lexus dan sejumlah merek sudah siap berebut pasar mobil hybrid. Termasuk Toyota sendiri untuk jenis lainnya.

Sejatinya, teknologi ini merupakan sebuah solusi hebat untuk masyarakat Indonesia yang sanggup membeli mobil. Bisa mengakali harga BBM yang semakin melangit sekaligus berperan dalam mengurangi polusi yang makin menggila di kota-kota besar.

Ironisnya, Prius akan dijual di Indonesia dengan harga sekitar 450 juta rupiah. Di kelompok harga ini, Prius akan berada sejajar dengan sedan mewah sekelas Audi A4 2.0, BMW 320i, Mercedes C200 dan Volvo S60 2.0. Bahkan lebih mahal dari Toyota Camry, Honda Accord dan Nissan Teana yang tampil sangat mewah. Berapa orang yang sanggup membelinya?

Memang aneka mobil mewah berseliweran di jalan-jalan, khususnya Jakarta. Bahkan yang harganya berlipat kali Prius. Namun -- tetap saja -- dari jutaan mobil yang beredar di negeri ini, populasinya didominasi oleh mobil jenis Toyota Kijang, Xenia, Avanza, APV, Atoz, Karimun, Zebra, Carry, Jazz, Ceria dan semua jenis mobil di kisaran harga 60 – 150 juta. Ini mencerminkan daya beli masyarakat yang sebenarnya.

Tak pelak, kehadiran Prius menurut saya sebuah paradoks. Kelompok masyarakat yang sanggup beli mobil seharga 450 juta adalah justru kelompok yang kebal terhadap kenaikan harga BBM. Nilai penghematannya juga mungkin tidak akan terasa sama sekali jika dibandingkan penghasilan bulanan mereka. Kalau pun iya, itu sih lebih karena pelit ketimbang beneran nggak mampu, hahaha. Sementara, kelompok masyarakat yang sebenarnya sangat membutuhkan kendaraan yang lebih hemat BBM agar pendapatan bulanannya tidak tersedot ke sana, bisa dipastikan cuma bisa meneteskan air liur saja melihat Prius. Sambil bermimpi agar selekasnya muncul Carry Hybrid, Zebra Hybrid, Xenia Hybrid, Avanza Hybrid, Karimun Hybrid, Jazz Hybrid, APV Hybrid, dan sejenisnya yang mampu dibeli.

Terjadinya paradoks ini jelas bukan salah Toyota. Dari dulu kita tahu harga mobil di Indonesia memang sudah paradoks. Dengan segala macam alasan, kita harus membayar pajak kendaraan jauh lebih besar dibanding rata-rata penduduk di negara lainnya, termasuk negara yang jauh lebih maju macam Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa (kecuali mungkin Singapura dan beberapa negara kecil lainnya). Jadinya, rasio pendapatan dengan harga mobil betul-betul jomplang. Perbandingan sederhananya adalah harga jual Prius di Amerika. Coba kita hitung begini: bila kita anggap batas kewajaran seseorang untuk memiliki sebuah mobil adalah harga mobil miliknya wajarnya berada di bawah total pendapatan setahun, maka memang Prius di Amerika bisa dibilang mobil yang relatif murah (pendapatan seorang tukang listrik biasa saja di sana sekitar US$ 25,000 per tahun). Tak heran bila Prius menjadi begitu popular di sana. Kalau di Indonesia? Ya bayangkan saja sendiri berapa banyak orang yang punya penghasilan lebih dari 450 juta setahun. Barangkali tak sampai 1% dari populasi. Apa mungkin Prius menjadi mobil 'sejuta umat'.

Jadi jelas sudah, Prius akan menjadi ‘hak eksklusif’ kelompok menengah atas di Indonesia. Padahal, menurut saya, ini benar-benar perkara political will dari pemerintah. Bila pemerintah mau melihat mendesaknya kebutuhan terhadap kendaraan yang hemat energi dan mampu mengurangi dampak lingkungan secara signifikan di negeri ini, teknologi hybrid atau teknologi kendaraan elektrik lainnya harusnya mendapat potongan pajak yang besar agar dapat dijual dengan harga lebih terjangkau, karena konon komponen harga mobil terbesar di negeri ini adalah segala macam jenis pajak yang dikenakan. Atau lebih jauh lagi, pemerintah mendorong produsen mobil-mobil kelas harga yang saya sebut di atas untuk mengembangkan versi hybrid dengan kompensasi pengurangan pajak yang besar. Lebih-lebih lagi kalau semua bis kota, metro mini, mikrolet dan segala jenis angkutan umum didukung juga keberadaan versi hybridnya. Mantap bener tuh! Mustinya visi seperti ini yang segera diusung, bukan hanya sekedar kir emisi yang sekarang sedang ramai dibicarakan di Jakarta. Sepertinya sederhana ya? Saya juga tidak mengerti susahnya dimana. Sumpah!

Padahal, di Indonesia sebenarnya sudah ada dua pihak yang punya niat besar untuk mengembangkan city car berbasis energi elektrik. Satu karya peneliti LIPI yang dinamai MARLIP (dari kata Marmut dan LIPI. Nama yang aneh! hehehe). LIPI juga perancang KANCIL yang sekarang jadi pengganti bajaj. Satu lagi dari PT Dirgantara Indonesia yang dinamai Gang Car (Ini maksudnya mobil yang bisa masuk ke gang-gang kali ya, hehehe). Sayangnya pakai goggle, saya cuma ketemu 1 fotonya, sedang dikendarai oleh Presiden dan Aa Gym. Padahal, Marlip sendiri katanya sudah punya 8 model. Prius saja tidak sebanyak itu. Aduh, mudah-mudahan idenya tidak bernasib seperti liputannya yang cuma jadi berita seremonial saja. Terus terang saya tidak tahu rencana besar apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap 2 usulan ini.
Sementara ini, sesaat lagi, kita nikmati saja dulu kehadiran Prius di jalan-jalan. Mudah-mudahan Prius dibeli – oleh mereka yang sanggup membelinya – dengan kesadaran terhadap perbaikan kondisi lingkungan yang tinggi. Dan semoga, kita tidak perlu menemukan paradoks berikutnya di jalanan: seorang majikan melempar sampah ke jalanan dari kaca jendela mobil Toyota Prius yang mulus dan kinclong. Itu sih namanya mobil hybrid dengan konsumen 'hybrid' dong, hahahaha (edi rizqi)

Honda Insight, Mobil Hybrid Pesaing Toyota Prius

Honda Insight, Mobil Hybrid Pesaing Toyota Prius


HONDA benar-benar serius memburu pasar hybrid. Honda Insight yang dikenalkan di Paris Motor Show 2008, disiapkan untuk menyaingi Toyota Prius dan Chevrolet Volt.

New Insight Concept, produk andalan Honda, merupakan generasi kedua dari Insight yang diperkenalkan pertama pada 1999. Mengambil basis potongan desain Honda FCX fuel cell, Insight terbaru ditargetkan Honda sebagai produk penting di segmen kendaraan hybrid lima penumpang, paling tidak untuk dua tahun ke depan.

Insight terbaru rencananya mulai dipasarkan di Amerika pada awal musim panas tahun depan. Inilah mobil yang dalam beberapa bulan terakhir banyak diributkan sebagai penantang kuat Toyota Prius dan calon produk baru General Motors (GM), Chevrolet Volt. Honda bahkan memberi gambaran harga Insight terbaru mendekati Prius.

Besar kemungkinan Insight akan dibandrol mulai harga USD19.000 atau sekira Rp184 juta. Lebih murah dari varian terbawah Prius yang dilepas seharga USD22.000 atau sekira Rp213 juta. Sementara GM yang akan melansir Volt dikabarkan sedikit terganggu dengan harga yang berkisar USD30.000 hingga USD40.000 (Rp291 juta - Rp388 juta).

Dikabarkan, prinsipal Toyota Jepang mulai gerah dengan kabar munculnya Insight. Pasar yang sudah tenang di Amerika dan beberapa negara Eropa lainnya diperkirakan goyah dengan datangnya Insight. “Sebenarnya, Honda Insight merupakan pionir teknologi hybrid di AS. Produk ini sekaligus mengingatkan simbol Honda yang berkomitmen pada inovasi teknologi dan efisiensi bahan bakar,” ujar Takeo Fukui CEO Honda Motor Co. Insight terbaru diproyeksikan sebagai landasan baru konsumen yang membutuhkan kendaraan hybrid untuk mencari solusi kendaraan irit bahan bakar.

Tak ketinggalan, konsumen yang mencari mobil hybrid dengan harga menguntungkan. Insight Concept mendefinisikan sebuah tahapan baru dari evolusi teknologi hybrid yang lebih murah dan efisien. Mobil ini dikabarkan akan mengusung mesin rancang bangun Honda, Integrated Motor Assist (IMA) berteknologi hybrid.

Seperti Honda FCX fuel cell yang menimbulkan banyak terobosan, Insight Concept juga didesain dengan titik gravitasi rendah dan ruang kabin lapang untuk lima penumpang dewasa.Honda bahkan mengatakan,desain interiorInsightConceptakanmemberikan nuansa kesenangan mengemudi yang tak pernah dirasakan sebelumnya pada kendaraan sejenis.

Pencahayaan biru dipakai untuk menerangi seluruh kabin,membuat pengemudi terasa nyaman. Bersama desain eksterior yangaerodinamis, Insight Concept yang dibekali 5 pintu memberikan kemudahan dan kenyamanan akses bagi penumpangnya. Bahkan, bangku belakang yang dapat direbahkan merupakan wujud kenyamanan baru penunjang gaya hidup pengguna.

Insight Concept sendiri sebetulnya berukuran lebih kecil dari FCX fuel cell. Pun demikian, Honda mengklaim Insight Concept memiliki fungsi sebesar kemampuannya menghemat penggunaan bahan bakar. Dan, tentu saja, faktor kesenangan mengemudi juga menjadi tolok ukur penting.
Bersama Civic Hybrid, Insight Concept akan diproduksi di pabrik Honda di Suzuka, Jepang. Dengan target penjualan global 200.000 ribu unit per tahun, Honda berharap setengah dari total target itu diserap pasar Amerika Utara. (edi/rizqi)